Indonesia menangis


Hujan kembali turun, lagi dan lagi. Saat itu aku sedang dalam perjalanan menuju palembang, tapi kali ini aku tak melewati jalan biasa nya, karena jalan yang biasa nya terkena macet panjang jadi pak sopir memutuskan untuk putar arah dan mencari jalan lain.
Ku nikmati pemandangan sepanjang jalan dan aku fokus pada keadaan lingkungan serta aktifitas masyarakat, jalan yang agak sulit jika harus d lalui oleh dua mobil berlawanan arah.
Ketika mata ini tertuju pada suatu keadaan yang sangat memilukan. 
Dalam hati aku tertawa dan mennangisss ..

tertawa karena melihat begitu banyak orang2 yang merebutkan jabatan, dan sibuk mempromosikan diri nya untuk di pilih, uang yang beigitu banyak di habiskan demi mendapat hati rakyat, rakyat yang kini menangis. 

dan menangis melihat keadaan mereka, para anak-anak balita, kecil, dewasa dengan lingkungan nya.
Ternyata terjadi banjir di daerah itu, beberapa daerah motor nya harus tenggelam saat melewati nya, untuk pertama kali nya aku menyaksikan banjir di daerah sumsel ini, daerah yang mungkin sudah biasa terkena banjir namun tak terekspos media sama sekali, memang posisi desa itu bersebelahan dengan sungai dan jarang di lalui.

Ibu-ibu yang biasa nya membawa piring dan pakaian untuk di cuci di sungai, kini cukup di depan pintu rumah nya mereka sudah bisa mencuci. 
Tak ada pilihan lain, tak terfikir lagi apakah air yang mereka gunakan sangat layak, apakah air yang mereka pakai merupakan air bersih ?.
Di sana semua aktifitas menjadi satu, mulai dari mencuci motor, piring, pakaian, untuk mandi dan bahakan yang lebih parah beberapa anak kecil mandi dan buang air besar di sana.

Sangat miris hati ini melihat nya tapi apa daya, mereka tak punya pilihan lain, mereka tak meminta bencana itu datng menimpa mereka, mereka juga tidak ingin itu terjadi, mereka juga kerisis air bersih, namun beberpa dari mereka terlihat begitu santai dan enggan memikirkan maslah yang terjadi, tapi ada juga sebagian yang merenung melihat keadaan rumah nya. Dan ini hanya sebagian kecil sja yang ku liaht, belum terlalu parah, lalu bagaimana dengan saudara2 yang ada di jakarta ?? yang hampir seluruh rumah nya terendam banjir ..

dalam hati aku berkta. Allah terimakasih atas nikmat yang kau berikan kepada kami, meskipun aku tidak merasakan hal itu namun dengan melihat nya saja hati ini sudah sangat sakit, terlebih pada saat itu aku melihat bnyak sekali baliho dan poster2 promosi untuk para caleg yang membuat ku semakin geram.

Heiii kalian yang ada di sana semua nya ..
Yang berpose dengan senyum yang sangat lebar
yang memakai jas dengan gagah nya
yang mengeluarkan slogan pro rakyat semua
slogan yang semuanya berpihak pada rakyat kecil
slogan yang menyatakan dapat membangun desa dll,
slogan yang rasa nya membuat ku sangat muak
Kalian justru mempermain kan rakyat kecil
mereka menjadi umpan agar kalian bisa menang
dan ketika kalian menang karena mereka, apa yang kau lakukan ????? Hah ??

Wahai para pemimpin-pemimpin ku yang sangat GAGAH dan PINTAR , di mana hati nurani kalian ????
Dengan hebat nya kalian melenggang turun dari mobil mewah, tersenyum dan membangga kan semua harta dan martabat yang kalian punya, tak sedikit pun rasa iba itu ada, tak sedikit pun kalain toleh kan wajah itu, kalian tertawa dengan uang hasil curian yang kalian bangga kan itu, kebijakan-kebijakan yang seolah selalu berpihak pada rakyat namun kenyataan nya tak sesuai dengan yang di ingin kan.
Lihat .. lihat anak kecil itu, yang sedang bermain dan tertawa dengan senang nya, mereka tak bersalah, mereka itu penerus bangsa,nika dia tau dan mengerti pasti dia kan kecewa, mereka hanya bertingkah dengan kepolosan nya, mereka tak sekolah karena kalian semua.

Di sana kalian berhura-hura, tak tau kah bahwa yang di sini sedang menangis
kalian berlomba untuk memberi barang2 mewah dan banyak2an harta
tak tau kah mereka i sini bersusah payah untuk mencari nafkah demi sesuap nasi
Kini mereka pun tak tau kalian siapa, mereka acuh dan mereka tak perduli.

Uang yang kalian KORUPSI itu milik mereka dan kami, wahai PEMIMPIN BERTOPENG.
Kalian tidak lebih kaya dari mereka yang hanya makan seadaanya, mereka justru lebih kaya, karena mereka tidak pernah mencuri dan selalu makan makanan halal.
Kalian tak hanya menjajah mereka tapi kami pun meraskan nya. banyak cara kalian halal kan, contoh nya seperti UKT UKT itu, teori nya untuk meringan kan,namun realisasi ny sangat memberat kan, kami tidak akan diam !! 
Kami bukan lah rakyat bodoh yang bisa seenak nya kau tipu. tak jelas untuk apa saja itu !



Melihat poster-poster itu aku hanya meringis. Sangking bnyak nya orang-orang yang mencalon kan diri lebih dari 14 no minta di coblos, itu hnya dalam 1 partai, dan di sana bnyak partai2 lain nya. Entah siapa mereka, apa pendidikan nya ? bagaimana latar belakang nya ? dan apa tujuan nya ?? kita tak tau yang jelas Mereka MERASA layak untuk di pilih, entah kelayakan yang bagaimana itu.

Jalan yang berlobang semua, yang tak kunjung di benahi, jembatan yang sudah hampir ambruk, banjir yang menggenangi rumah-rumah yang kemudian menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan gangguan penyakit lain nya.

Kini bumi INDONESI MENANGIS dan kecewa.
Kecewa karena pemimpin yang mengabaikan amanah yang di emban nya dan kecewa pada sebagian rakyat yang tak bersahabat dengan alam.
Kini alam seolah memalingkan wajah nya, acuh tak acuh. seolah ia berkata, ini salah kalain yang tak mau menjaga ku, jika kalian bersahabat pada ku maka aku kan bersahabat pada kalian.
Dan mungkin alam telah bosan meliahat tingkah kita yang juga tak perduli terhadap nya.

Semoga dengan ada nya bencana-bencana itu, banjir, gunung meletus, longsor dll
Menjadikan sebuah pelajaran untuk kita agar berbenah. Tidak hanya pemimpin nya, kita pun harus evaluasi diri.
Mulai dari diri sendiri kita melakukan perubahan.
Menjaga lingkungan dan jadi pemimpin yang amanah.
Agar Allah tidak murka, dan alam bersahabat dengan kita. ini adalah cobaan dan juga teguran untuk kita semua.

Dan Allah telah mengatakan,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11